A password will be e-mailed to you.

Bukan lagi tergolong band baru, kelompok musik asal Bekasi ini kembali memamerkan karya terbaru mereka yang bertajuk “Life”. Bukan hanya judulnya, album inipun bertemakan tentang kehidupan. Sejalan dengan EP mereka di tahun 2014 yang bertajuk “Never Give Up”, PRO MONKEY yang merupakan kelompok besutan KAMBING RECORD (KMBNGRCRD) ini masih bersemangat menebarkan positive vibes dalam LP terbaru mereka.

Dengan formasi baru yang mereka sebut sebagai “best fifty”, kelompok musik metalcore ini memilih tajuk “Life” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Kehidupan”. Secara garis besar album ini berisikan kehidupan berdasarkan pengalaman yang mereka alami, dan apa yang disampaikan oleh mereka melalui lagu-lagu yang ada pada album akan merepresentasikan hal-hal yang juga dirasakan oleh para pendengar. Debut album “Life” berisi 10 track yang berakar kepada kehidupan serta dicampur dengan banyak instrument baru termasuk choir dan orchestra yang tentunya akan berbeda dengan EP mereka, tetapi mereka lebih mengemasnya dengan sentuhan Metalcore yang lebih dewasa daripada sebelumnya.
“Life” akan diisi dengan beberapa track yang baru saja rilis bersamaan dengan Official Music Video-nya melalui kanal youtube KMBNGRCRD, seperti Still Awake, Conspiracy dan Paradigm, serta tujuh track lainnya yaitu Fake Smile, Bad Stuggle, Aasha, Inheritance, Life, Reflection, Prayer’s Lover.

Baca Juga:  Black Star Meluncurkan Video Musik Anyar Sebagai Simbol Sikap Penolakan RUU Permusikan

newest formation

Sementara dari lirik, mereka bergelut dengan tema andalannya yang tidak jauh dari pokok masalah kehidupan, seperti perihal cinta, membenahi diri dan mengangkat misteri dunia yaitu konspirasi yang selalu berada di luar nalar. Dari beberapa lagu yang diselipkan, terdapat satu lagu yang judulnya diambil dari Bahasa Hindi yaitu Aasha, yang apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa adalah “Harapan.” Pada track ini Pro Monkey berkesempatan untuk berkolaborasi dengan Paul Bakker pentolan dari Glass Tides, Modern Rock asal Australia yang di rilis publisher kenamaan yaitu, Dreambound. Intisari dari Aasha memiliki pesan mendalam serta harapan besar bagi Pro Monkey dan skena musik Indonesia untuk selalu maju tanpa ada oknum yang menahan perkembangannya.

Send this to a friend